SETELAH KORAL APS FORUM

SETELAH KORAL APS FORUM

Oleh: Arif Sujoko*)

Dari sisi penyelenggaraan, Koral APS Forum: Mencari Arah Pergerakan Korps Alumni Akademi Perikanan Sidoarjo” boleh disebut cukup berhasil, jumlah peserta melebihi prediksi panitia (Koral APS Korwil I Jabodetabek), para pembicara baik dari kalangan alumni – Rahmadi Sunoko, Junaedi, dan Bima Priyo Nugroho – dan terlebih lagi dari dua “sesepuh” keluarga besar APS – Bapak Prayitno dan Bapak Tatang Taufik Hidayat – benar – benar mampu memberikan pencerahan untuk gerak korps alumni ini, tinggal selanjutnya kita sendiri sebagai alumni sudahkah mengambil keputusan hal apa yang akan dilakukan?

Sebelum memutuskan hal tersebut, perlu kita ingat tiga permasalahan mendasar yang sempat mengemuka dalam Koral APS Forum dan ada baiknya kalau masing – masing dari kita berusaha menginstropeksi diri apakah permasalahan tersebut ada pada diri kita atau tidak? Karena selama permasalahan itu masih melekat dalam pribadi kita sungguh berat rasanya menggerakkan organisasi ini. Oleh karenanya, merenung sejenak terhadap beberapa permasalahan ini menjadi begitu penting bagi kita semua.

Masalah pertama yang dikenali adalah adanya “egoisme sektoral“ (meminjam istilah Pak Prayit). Dimana upaya pengkotak – kotakan menjadi “pola pikir” dari sebagian alumni. Pengkotak – kotakan ini bentuknya sangat beragam, bisa senior – yunior, bekerja – belum bekerja, pusat – daerah dan PNS – swasta. Sebenarnya kalau kita cukup bijaksana dalam bersikap, saya sangat yakin bahwa dalam realitanya tidak ada sama sekali upaya untuk mendesign kotak – kotak ini, tetapi semuanya hanyalah dalam “prasangka” akibat kurang intensnya komunikasi yang terjalin. Dan biasanya prasangka seperti ini lebih sering muncul pada alumni yang “entah dengan sadar atau tidak” memposisikan diri sebagai grup inferior. Oleh karena itu, ada pertanyaan yang harus kita jawab dengan jujur, “Apakah saya memiliki pola pikir bahwa organisai alumni sengaja mengkotakkan saya sebagai bagian inferior?” selanjutnya, “Apakah pengkotakan itu nyata adanya atau hanya pola pikir saya saja?”

Masalah kedua adalah “kurangnya minat berorganisasi” (meminjam istilah Mas Bima). Tentu sudah tidak waktunya lagi memperdebatkan perlu tidaknya organisasi alumni, karena semua alumni hampir pasti menjawabnya “perlu” bahkan bisa jadi “sangat perlu”. Kalau memang organisasi ini diperlukan keberadaannya sudah sepatutnya kita koreksi juga mind set masing – masing dengan menjawab pertanyaan ini, “Apakah organisasi alumni harus bisa memberikan keuntungan pribadi kepada saya atau saya yang seharusnya memberikan kontribusi kepada organisasi yang masih belia ini?” dan “Apa yang sudah saya lakukan untuk organisasi ini? Cukupkah itu semua?” Jawaban yang jujur atas pertanyaan ini menjadi bekal kita untuk berinisiatif membesarkan Koral APS.

Masalah ketiga adalah “pendanaan”, masalah ini menjadi masalah klasik dan hampir dialami oleh setiap organisasi, terlebih lagi organisasi yang masih baru dengan basis masa yang juga baru “mentas”. Kalau dana cukup melimpah tentu kita tidak terlalu bingung untuk mengagendakan berbagai program kerja, tetapi sebaliknya kalau dana terbatas program kerja yang terbaikpun bisa jadi tidak bisa dijalankan. Ada tiga sumber pendanaan yang paling memungkinkan, iuran anggota, sumbangan donatur – terimakasih secara khusus untuk Mas Agus atas donasinya – dan pembentukan unit usaha. Untuk yang paling konvensional, yaitu iuran anggota sangat vital menyokong operasional organisasi, tetapi apakah yang paling sederhana ini bisa berjalan secara optimal? Alumni APS telah tersebar di 33 provinsi sehingga manajemen perbendaharaan harus kuat tetapi semua itu memerlukan dukungan seluruh alumni. Ada baiknya kita renungkan beberapa pertanyaan ini, “Apakah saya pernah berpikir bahwa untuk mengelola alumni yang tersebar luas ini Koral APS perlu sumber pendanaan?”, “Apakah saya sudah berinisiatif untuk bisa berkontribusi dalam pendanaan ini?”, “Kalau saya tidak memberikan kontribusi lantas siapa yang harus berkontribusi mendanai organisasi ini?”

Jawaban konstruktif atas semua pertanyaan di atas akan sangat membantu mewujudkan tujuan Koral APS sebagaimana yang diusulkan oleh forum tersebut yaitu memperkuat hubungan sesama alumni dan hubungan dengan APS, meningkatkan kesejahteraan (dalam arti luas), dan berperan dalam pembangunan kelautan dan perikanan.

Bagaimana pendapat Anda?

*) Penulis adalah Alumni APS Tahun 2003

dan saat ini menjadi Sekretaris Korwil I Jabodetabek

~ oleh alumniaps pada Februari 12, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: