SEPULUH TAHUN ALUMNI APS

SEPULUH TAHUN ALUMNI APS

“Sebuah Bahan Renungan”

Oleh: Arif Sujoko*)

 

          Memasuki usia satu dsawarsa, pada tahun 2010 ini, alumni APS secara kolektif (baca: Koral APS) nampaknya masih jalan di tempat, atau kalau ada yang sedikit ekstrim mungkin menyebutnya baru belajar merangkak. Bandingkan dengan manusia pada umumnya, usia sepuluh tahun bukan lagi masa – masa untuk belajar merangkak atau berjalan, tetapi pada usia ini kecepatan lari telah menjadi bagian dalam bertindak.

          Memang kitapun harus obyektif, bahwa saat ini alumni APS terus bertumbuh adalah benar adanya apabila pertumbuhan diartikan sebagai pertambahan anggota. Dan alumni APS juga akan senantiasa ada, meskipun APS sendiri bisa saja suatu saat menjadi tiada.

          Tetapi yang tidak bosan – bosannya saya ingatkan adalah bahwa dalam proses pendewasaan ini, alumni APS hendaknya tidak hanya mengunggulkan sisi pertumbuhan semata tetapi hendaknya juga sisi kualitas hidupnya dalam mengisi ”ruang sejarah” dalam lingkungan sosial kemasyarakatan.

          Dilihat dari level aksi, rasa – rasanya belum ada karya idealis yang mengatasnamakan alumni secara kolektif, yang cepat populer justru hal – hal pragtis dan pragmatis semacam facebook. Semaraknya jejaring sosial yang melibatkan alumni APS ini tentu kita harapkan berkontribusi menampilkan diskusi konstruktif untuk pengembangan alumni, bukan hanya jejaring sosial murahan seperti dikupas dalam artikel Terlena di Jejaring Sosial Maya

(http://cetak.kompas.com/read/2010/09/07/04454245/terlena.di.jejaring.sosial.maya)

          Untuk mengisi catatan perjalanan alumni yang masih kosong, dalam sebagian moment diskusi, terungkap beragam pendapat, ide dan keinginan anggota untuk ”membangunkan” kembali alumni APS dari tidur panjangnya.

Dan kristalisasi dari silang pendapat dalam diskusi tersebut adalah satu keinginan kuat untuk mengembangkan unit usaha. Filosofinya, kalau sumberdaya finansial sudah dimiliki, maka program apapun pasti akan jalan.

          Tetapi dalam membangun suatu kerja kolektif, terkadang mimpi besar saja belum cukup, karena bagaimanapun mimpi hanya akan tetap menjadi mimpi tanpa suatu tindakan eksekusi pelaksanaan yang efektif. Dalam tataran langkah aksi inilah kita bisa dibilang masih nol besar.

          Dalam kondisi yang serupa, saya teringat cerita Kwik Kian Gie mengenai Bung Karno. Kwik menuliskan, ”Ketika Bung Karno menjadi Presiden, kalau ada menteri yang mengemukakan what to achieve (apa yang ingin dicapai), dan setelah ditanya oleh Bung Karno tidak bisa menjawab how to achieve (bagaimana mencapainya) secara rinci, beliau mengangkat kakinya yang telanjang ke atas meja, menunjuk jari kaki jempolnya sambil mengatakan kepada sang menteri yang bersangkutan: “Kalau hanya begitu pikiranmu, dan weet mijn grote teen ook (jempol kakiku juga tau).

          Hidup dan terlihatnya aksi (sosial) alumni APS membutuhkan tidak hanya ide briliant, tetapi juga perhitungan ketersediaan sumberdaya manusia yang mampu dan mau melaksanakannya. Setinggi apapun cita – cita tidak ada artinya apabila SDM yang ada tidak mampu melaksanakannya.

          Ketidakmampuan ini bisa dikarenakan belum adanya sdm berjiwa wirausaha yang mencukupi, atau bisa juga sdm berjiwa wirausaha sudah banyak, tetapi mereka masih ”belum bisa” meluangkan waktu untuk terlibat mengurusi pergerakan alumni.

          Mungkin kenyataan ini terasa pahit, tetapi bagaimanapun kita harus berfikir jernih untuk kembali bangkit. Dan renungkanlah perkataan bung Karno di atas, sehingga kita tidak berramai – ramai menyepakati ide yang hanya sebatas ”hal – hal baik yang ingin dilakukan” dan pada saat bersamaan kita meninggalkan ide – ide lain yang memadai dan sudah didukung oleh SDM yang siap mengerjakan.

          Dengan kondisi yang nyaris tanpa aksi dalam sepuluh tahun ini, sebenarnya tersisa dua alternatif yang bisa dilakukan alumni. Pertama, kita tetap konsisten dengan tujuan awal yaitu memiliki usaha dan sekaligus butuh komitmen bersama dari alumni – alumni yang mampu dan mau mengerjakan langkah aksinya dengan segera.

          Kedua, kalau langkah pertama tidak bisa, maka sudah saatnya segera dilakukan koordinasi untuk menginventarisir ide – ide lain di luar mendirikan unit usaha, tentunya ide yang dipilih adalah ide yang cukup memadai sekaligus sudah ada alumni yang siap mengeksekusi pelaksanaannya.

          Ada baiknya juga merenungkan catatan yang ditulis Soe Hok Gie dalam buku hariannya, pada tanggal 19 Februari 1963 ketika melihat kehidupan yang lumpuh dari intelektual Indonesia, Gie menulis, “ …bila kita mau mengharapkan konsepsi yang matang/ masak dari intelegensia, maka mungkin itu lama sekali. Siapa yang punya konsep supaya melaksanakannya selama kita belum punya. …”.

          Bagaimana pendapat Anda?  

*) Alumni APS Tahun 2003

~ oleh alumniaps pada Oktober 19, 2010.

4 Tanggapan to “SEPULUH TAHUN ALUMNI APS”

  1. kayaknya untuk berbicara ke luar, koral APS masih jauh banget.lebih baik kita benahi dulu intern Koral APS.seperti sudah kita tahu juga selama ini mungkin yang hidup n ada kegiatan cuma korwil – korwil tertentu, sebut saja JABODETABEK yang notabene mungkin mempunyai alumni yg cukup banyak n mudah untuk berkoordinasi.tapi untuk korwil- korwil lain belum terdengar sama sekali gaungnya, sebut saja korwil pusat (Sidoarjo dan sekitarnya)apalagi Korwil – korwil di luar pulau jawa.jadi menurut saya kita harus merapatkan barisan kita, mari sama – sama benahi intern kita sehingga nantinya koral APS mampu berbicara di dunia luar…..JAYALAH KORAL APS……

    by : mumu
    alumni 2005

  2. Itulah Senior,….Memang sbg Alumni APS,kt dari pendidikan dulu diDidik untuk berwirausaha,dan membuka lapangan Pekerjaan bagi Orang banyak,…Itupun masih trtanam kuat dijiwa saya, n menjdi impian dalam hidup saya,…Saya akan sangat senang sekali,kalau KORP Alumni APS Membuat suatu Unit Kerja,UD,CV, atau PT sekalipun,yang tentunya bergerak tidak hanya di bidang Perikanan, yang pentin usaha tersebut dpat menyerap banyak tenaga kerja,khususnya lulusan dari APS,..Saya aka support, pikiran n financial semampu sya,…/////By: A.N.T.O TBP/APS 8.///SKI Kls I Djalaluddin Gorontalo…

  3. mas pa da tytor untuk berwira usaha……!!!!! ato kursus wira usaha perikanan……!!!!! selama ini q mencari tutor yang bisa membimbing untuk berwira usaha dan mengkibarkan bendera APS….!!!

  4. Usul SENIOR !!!
    1. Kubur dalam-dalam idealisme dan egoisme antar angkatan
    2. Buang jauh-jauh kesan buruk yang ditimbulkan antar angkatan
    3. Koordinasi alumni
    4. Perencanaan
    5. Sosialisasi
    6. Bentuk Sistem
    7. Pelaksanaan program
    8. Kontrol
    yang paling penting dalam hal ini adalah KOMITMEN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: